Selasa, 04 Agustus 2015

Bagaimana memulai bisnis dengan modal kecil menjadi besar

Banyak sekali orang bercerita mengenai bisnis tapi sering juga salah menanggapinya, sipembawa cerita didalam alur ceritanya atau didalam runtutan pikirannya bermaksud "memulai bisnis dengan modal kecil" kemudian dibahas sedemikian rupa mulai dari persiapan sampai bisnis itu berjalan dan tentu saja bisnis itu harus menjadi besar bukan sekedar coba-coba dan ujungnya bangkrut.

Dalam hal ini penulis ingin membantu mengarahkan agar antara si pembimbing atau si pembawa ceritera bisnis dapat lebih lugas menjelaskan rangkaian bisnisnya dan si pelaksana bisnisnya juga dapat menangkap dan melaksanakan langkah-langkah proses bisnis yang dimaksud secara benar sesuai arahan para pembimbing tersebut.

Sebelumnya penulis memberikan contoh, sbb:

1.Seorang pembimbing bisnis tengah memberikan pengarahan kepada cliennya tapi si kliennya terus menjawab, misalnya :

Klien : "Waduh, kalau bisnis seperti itu sepertinya aku tidak punya modalnya."
Pembimbing : "Bukan begitu pak, modal itu bisa di mulai dari Rp 100.000,- saja."
Klien : "Ya,modal segitu sih bisa tapi kan untungnya juga terlalu kecil"
Pembimbing : "Memang sih, tapi kan kita bisa tingkatkan dengan berbagai cara agar bisa ditingkatkan sampai menjadi besar."
Klien : "Wah, kelamaan, kapan jadinya."...dst.

Contoh ini menggambarkan klien yang ragu-ragu dan belum berani memulai bisnis.

2.Arahan pembimbing dan kliennya :

Pembimbung :"Bisnis itu sebaiknya langsung dilakukan oleh sendiri dulu pak."
Klien :" Wah, kalau jalan sendiri kan saya masih banyak ngurus yang lain."
Pembimbing : " Begini pak, kalau diurus orang lain apalagi baru mulai, nanti sulit mengontrol keuangan dan lain-lainnya."
Klien :" Gak, apa-apa nanti saya cari orang kepercayaan saya yang sangat baik."
Pembimbing :'Kalau begitu, bapak harus siapkan perangkat pengendalinya, misalnya laporan harian, mingguan, bulanan, dll. agar bapak bisa memonitor setiap hari walaupun tidak duduk langsung didalam proses kerjanya."
Klien : "Tapi aku belum bisa ngontrol seperti itu." dst.

Contoh ini menggambarkan  orang yang mau bisnis tapi langsung jadi bos dan malu menjalankannya sendiri.

Itulah sepintas cerita tentang sulitnya memulai bisnis dan contoh-contoh seperti itu sebenarnya banyak sekali, tapi mudah-mudahan kita tidak putus asa untuk terus belajar dan sampai bisa memulai bisnis yang anda cita-citakan.

Baiklah, kita mulai kembali pada topik kita "bagaimana memulai bisnis dengan modal kecil menjadi besar".

Memulai bisnis bagi orang yang punya uang besar tentu bukan masalah rumit, cukup bayar konsultan yang ternama dan dalam waktu singkat bisnis langsung berjalan tapi yang menjadi masalah adalah keinginan berbisnis sangat kuat, ide-ide bisnis sudah numpuk tapi modalnya minim atau bahkan tidak ada sama sekali, nah, ini yang perlu dibantu oleh pembimbing bisnis di tingkat bawah.

Contoh bisnis beras :

1.Ketika bisnis belum dimulai siapkan diri anda berdo'a dan "mulailah" langsung buka di tempat yang paling mudah, misalnya di depan rumah anda, digarasi, atau didalam rumah, atau dihalaman rimah, atau di rumah kontrakan anda,
2.Buatlah tulisan-tulisan ( semacam promosi ) disekitar lokasi bisnis tersebut, misalnya "DISINI TERSEDIA BERAS PULEN," dll.
3. Kemudian mulailah fokus kumpulkan informasi tentang jenis-jenis beras, harganya, sumber-sumbernya, sasarannya, kalau perlu kumpulkan telepon calon-calon pelanggan.
4.Buatlah kemsan-kemasan yang berbeda dari yang lain, misalnya kemasan sepuluh kiloan memakai pelastik, kalau sudah ada untungnya bisa ditingkatkan membuat kemasan bermerek.
5.Usahakan merek anda itu di sebar dalam berbagai cara, misalnya selebaran, face book, dll.
6. Seterusnya, lakukan ide-ide kreatif untuk mebuat Merek anda itu lebih dikenal.
7.Buatlah petunjuk jalan, disetiap belokan menuju alamat bisnis anda misalnya terbuat dari papan kecil dengan ditulisi "merek dan alamat bisnis anda"
8.kalau modalnya sudah cukup buatlah spanduk, sticker, dll.

Secara umum, intinya pilihlah bisnis yang bisa di kembangkan mereknya atau bisa dikembangkan outletnya, atau dikembangkan systemnya, atau dikembangkan item produknya atau dikembangkan cara pemasarannya.

Untuk lebih jelasnya hubungi HP 081 222 474 110, Email : mbccpgroup59@ yahoo.com






















Bagaimana cara memahami pesaing bisnis.

Pebisnis UMKM, salah satu kelemahannya adalah tidak mampu bersaing.
Bagaimana caranya supaya menjadi mampu bersaing ?
1. Cara yang paling ideal  adalah pemerintah menerjunkan para ahli promosi dan merancang system serta dananya khusus untuk mempromosikan "produk / jasa seluruh UMKM" secara serempak, terus-menerus dan berlaku sekaligus untuk seluruh UMKM jenis apapun dan pelaksanaannya benar-benar dipantau/dikontrol oleh team yang sangat kompeten dan sangat disiplin memantau setiap detilnya agar terhindar dari penyimpangan-penyimpangan keuangan.
2.Jika point satu "tidak bisa dilakukan" dengan berbagai alasan apapun maka harus dilakukan cara lain yang prinsip pelaksanaanya sama tetapi sumber dana dan pelaksananya harus dilakukan oleh pihak lain ( swasta atau kelompok ) tertentu yang mampu dan kompeten untuk melakukan hal-hal seperti diatas.
3.Alternatif ketiga, jika kedua point diatas masih juga dengan berbagai alasan tetap tidak bisa dilakukan maka Seluruh UMKM atau sebanyak mungkin UMKM jenis apapun harus bergabung dan beriuran dengan aturan dan mekanisnme tertentu secara profesional, disiplin dan kontrol yang sangat ketat disertai SOP yang sangat jelas, juklak dan juknis yang juga detil dan sangat jelas maka harus bisa melakukan sendiri dengan kelompok sendiri program promosi / periklanan yang paling sesuai, besar, berlaku masal, ditujukan untuk konsumen, bisa mencakup semua jenis bisnis atau produk UMKM dan dengan kekuatan bersama-sama sekaligus dan terus menerus.

Sebelum melangkah ke materi promosinya dalam hal ini penulis akan membahas dasarnya dulu bagaimana caranya pebisnis memandang dan memahami "pesaingnya" agar didalam menyiapkan rencana, system dan  pelurunya untuk menggempur atau peling tidak bisa mengimbangi pesaing tersebut benar-benar mendapat hasil yang memuaskan atau berhasil melipatgandakan penjualan para pebisnis UMKM tersebut secara nyata dan terjadi sesuai target yang ditetapkan, bukan untuk gagal dan bukan untuk menyiapkan cerita berangkai dengan alasan-alasan untuk menutupi kegagalannya.

Baiklah kita mulai, yang disebut pesaing adalah produk atau jasa bisnis yang sama persis atau mirip atau setara yang sudah ada sebelum produk/jasa bisnis kita ada atau yang muncul setelah produk/jasa bisnis kita ada lebih dahulu.

Keberadaan pesaing sebaiknya dipandang sebagai "lawan" bertanding atau sparing partner dan kerenanya seluruh kemampuan, keahian dan perangkat  bisnis kita diarahkan atau dikosentrasikan lebih tajam, lebih jeli, lebih fokus, lebih berani, lebih inovative dan lebih kreatif untuk menghadapinya, artinya dengan munculnya pesainglah segala kekuatan kita menjadi terpicu dan bangkit jauh lebih besar dibandingkan pada saat tanpa pesaing.

Contoh :

1.Seseorang akan memulai sebuah bisnis dibenaknya berputar memilih produk atau jasa apa yang belum ada atau tidak ada atau tidak akan ada pesaingnya atau suatu saat didepan tidak akan ditiru ?

2.Di sebuah pasar atau di sebuah mall, atau disebuah kawasan di sediakan 1000 kios kosong dan diisilah oleh 1000 orang yang masing-masing sudah menyiapkan secara bebas apapun jenis bisnisnya ternyata pada saatnya dibuka semuanya kaget ternyata puluhan atau ratusan kios berisi produk / jasa bisnis yang sama berjalanlah mall itu hari demi hari, ternyata semua kios itu mendapatkan hasil penjualan dan terus-menerus semakin ramai.

3.Contoh ketiga adalah sebuah pabrik sabun memproduksi satu merek sabun "X" sebelumnya tidak ada sabun yang sejanis merek apapun kemudian sukses menjadi perusahaan besar setelah bertahun-tahun berjalan muncullah sabun yang sama dengan merek yang lain "A," si merek "X" mulai dar bosnya sampai parangkat paling bawah kalangkabut, kaget dan ketakutan jangan-jangan perusahaannya bakal kalah digempur sabun merek "A", berjalanlah beberapa bulan benar-benar penjualan sabunnya menurun, ini tanda-tanda kekalahan, bosnya semakin panik, segera seluruh pimpinan terkait dikumpulkan "keluarkan segala ide kalian" untuk meladeni promosinya si sabun "A"
bermunculanlah berbagai ide mereka dan akhirnya mengerucut dipilihlah dengan sangat cepat si bos bertindak  "OK" jalankan...!

Jalanlah perlawanan itu, dan bulan-demi bulan omsetnya naik lagi, naik terus dan akhirnya jauh melewati lebih tinggi dari penjualan sebelum adanya pesaing "A" tapi tetap aneh ternyata sabun merek "A" tersebut juga  tidak mati, dia pun tetap merangkak, tetap naik, bahkan hampir seimbang dengan merek "X" kemudian bosnya berkata " berarti sejak dulu kita terlena tidak mampu menggali potensi yang sebenarnya sudah ada sejak dulu padahal dulu kita tidak punya pesaing, nyatanya hari ini kedua jenis sabun tersebuat berjalan denga sama besar."

4.Contoh lain adalah di sebuah kota terdapat 1 Supermarket yang terkenal dan sangat besar, semua warung disekitarnya kaget dan protes, setahun kemudian muncul lagi 5 buah supermarket besar disekitarnya, berikutnya muncul lagi minimarket puluhan titik, beberapa tahun kemudian muncul lagi minimarket dimana-mana, beberapa tahun kemudian muncul lagi minimarkat dengan nama yang berbeda persis disampingnya setiap titik yang sudah ada sebelumnya atau bahkan dihadapanya terus-menerus dimanapun minimarket perama itu membuka outletnya maka si pengikut juga membuka outletnya disekitarnya sampai kedua minimarket tersebut jumlah outletnya hampir sama banyak dan hebatnya ternyata ribuan outlet kedua nama itu "dua-duanya laku."

Nah,seperti itulah cara memperlakukan "pesaing" dan memahami apa "keunggulannya"dan apa "kelemahannya" begitu juga produk kita "apa keunggulan produk kita dan apa kelemahan produk kita kemudian segeralah "berani bertindak" apa saja yang paling tepat untuk menandinginya.

Harus sejujur-jujurnya memandang atau meneliti kelemahan produk kita sampai benar-benar dapat diperbaiki dengan sangat cepat misalnya antara lain cara promosinya, cara penyebarannya, cara penjualannya, kualitas produknya, kemasannya, harganya, itemnya, servicenya, potensi konsumennya dan sejenisnya.

jika masih diperlukan penjelasan silahkan hubungi HP 081 222 474 110 atau Email : mbccpgroup59@yahoo.com

Minggu, 02 Agustus 2015

Cara membuat nasi goreng "rainbow"untuk bisnis.


Bahan Pokok : Nasi Putih 1 piring makan cukup untuk satu orang.
Bahan Tambahan : 1 butir telor ayam, 1 lembar kol ungu, 1 sendok makan  irisan jagung muda, 1 sendok makan irisan buncis muda, 10 ekor udang ebi kecil, 1 buah ampela saja di iris kecil tipis.
Bumbu :
1.Bawang Putih sepotong siung
2.Bawang merah 2 Siung sedang.
3.Cabe merah 2 buah ( bijinya di buang ).
4.Kemiri 2 butir utuh
5.Garam sedikit.
6.Vetcin 2 sachet kecil.
7.Tomat Merah 1 butir.
8.1/4  buah jeruk lemon.
Proses pengolahan :
1.Bawang merah, bawang putih, dan kemiri di haluskan.
2.Cabe merah di potong miring tipis-tipis, tanpa biji.
3.jika suka pedas ditambahkan cabe rawit 3 buah dan di potong kecil-kecil.
4.Bumbu yang dihaluskan ditambahkan air 1/3 gelas minum.
5.Panaskan lebih dahulu minyak goreng 5 sendok makan.
6.Iris kol, dll tipis-tipis kecil.

7.Jahe 2 cm
Proses memasak :
Setelah minyak panas, masukkan lebih dahulu semua bumbu yang dihaluskan sampai tercium harum dan matang, kemudian tambahkan Semua bahan tambahan kedalam gorengan bumbu tadi dan 1 menit kemudian tambahkan telur selanjutnya di bolak balik sebentar saja tidak sanmpai 1 menit teteskan air jeruk lemon dan masukkan nasinya sampai bumbunya merata dan nasinya kelihatan sudah lembab sekitar 5 menit, selesai dan bisa di hidangkan dan diatasnya di berikan garnis/ hiasan dengan potongan tomat, mentimun dan selada bokor 2 lembar disusun indah diats nasi.
Dengan demikian akan tersaji nasi goreng yang indah, warna-warni rainbow, menarik, harum dan segar dan tentu saja uenaaak. Selamat mencoba.

Cara paling mudah untuk mendapatkan modal bisnis mikro


Hampir disemua sumber permodalan biasanya akan dihadapkan dengan berbagai persyaratan yang sangat banyak, proses pengajuan yang bertele-tele, bunga yang sangat tinggi dan potongan pada saat penerimaan sangat memberatkan apalagi adanya kewajiban menyimpan jaminan yang sangat besar, akhirnya dapat dipastikan jika tidak memenuhi syarat-syarat tersebut tidak bisa mendapatkan pinjaman modal yang dimaksud.
Padahal untuk para pengusaha mikro, kecil segala persyaratan tersebut hampir tidak ada dan kalaupun ada sebagiannya tetap saja tidak mencukupi dan yang paling rumit adalah untuk memenuhi persyaratan tersebut setiap lembarnya harus di urus dalam waktu berhari-hari bolak-balik ke RT/RW/Desa/Kecamatan/Kabupaten/Depkes/Puskesmas/ dan lembaga lainnya yang terkait padahal untuk itu harus mengeluarkan ongkos yang tidak sedikit, waktu yang berhari-hari bahkan di satu lembagapun harus datang dua atau tiga kali karena sering kejadian petugasnya sedang istirahat atau sedang keluar kantor atau sedang cuti atau sedang tugas ke luar kota, dll.
Kalaupun sudah selesai satu surat biayanya sangat besar, puluhan ribu, ratusan ribu bahkan ada yang jutaan atau bahkan ada petugas yang bilang “berapa saja terserah bapak,” kata – kata ini nampak lebih sopan tapi artinya harus membayar dan si pengurus surat tersebut tidak tega mendengar kata-kata tersebut dan akhirnya merogoh lagi kantong yang sudah tipis tersebut.
Ada juga pejabat yang bilang “laporkan saja…!!!” Ada benarnya sih…! tapi pasti menambah waktu dan urusannya lebih panjang lagi dan terus merembet kemana-mana, sudahlah…!
Yang pasti mengurus berbagai surat itu berhari-hari artinya meninggalkan bisnisnya, artinya tidak ada pendapatan bahkan menambah pengeluaran artinya modal habis.
Disinilah MBC Cp Group hadir, pebisnis mikro harus bergabung, harus berkelompok untuk menciptakan satu kekuatan yang sangat besar , satu kemampuan yang sangat besar, satu kebangkitan yang sangat besar dengan biaya yang sangat kecil, dengan iuran yang sangat kecil, dengan persyaratan yang sangat simpel, dengan proses yang sangat sederhana, dengan proses pengajuan yang sangat singkat, dengan kepastian mendapatkan modal terus-menerus, dengan bimbingan bisnis yang terus-menerus, dan bahkan sampai pada titik tertentu suatu saat semuanya akan bisa menjadi MAMPU BERSAING dengan perusahaan besar sekalipun.
Bergabung, artinya bukan meleburkan bisnis anda tapi hanya terdaftar saja sebagai anggota MBC Cp Group, dan anda hanya membeli dan memasang sticker  berlogo MBC Cp Group untuk dipasang pada area bisnis anda, pada papan nama bisnis anda, pada rumah anda, pada helm anda, pada mobil anda atau dimana saja yang menurut anda sangat cocok, boleh memilih salah satu atau bisa juga semuanya bahkan anda bisa menambahnya dengan Kaos, Topi, Jaket, gantungan Kunci, dll.
Bisnis anda tetap berjalan seperti biasa tapi jika anggota MBC Cp Group ini sudah mencapai puluhan ribu atau ratusan ribu maka bisnis anda akan “DIPROMOSIKAN”secara bersama-sama, misalnya dengan cara mengeluarkan Kupon Undian Berhadiah Mobil, Motor .dll.
Contoh :
Undian Kupon Berhadiah tersebut, Hadiah Utama 10 buah mobil, harga satu buah mobil Rp 100.000.000,- jumlah harga untuk 10 mobil adalah Rp 1.000.000.000,- ( bisa saja lebih besar dari ini ).
Denga ini anda pasti tidak akan mampu melakukannya sendirian, tapi dengan cara anda bergabung misalnya jumlah anggota UMKM terdaftar 100.000 orang maka iuran promosi itu per orangnya hanya Rp 10.000,- rupiah saja ( sangat kecil sekali ) padahal bisnis anda sangat kecil tapi anda bisa mengeksposenya bahwa belanja di tempat anda akan berhadiah 10 mobil, semua anggota akan bicara seperti itu, artinya 100.000 orang akan bicara seperti itu, bahkan kalau perlu bisa di iklankan lewat TV, maka dengan demikian berarti benar-benar terjadi, benar-benar real, benar-benar terwujud bahwa anda sebagai bisnis kecil menjadi mampu bersaing sama besar dengan perusahaan manapun.
MBC Cp Group akan merancang dan mengelola semuanya secara transparant sampai semua pebisnis kecil ini benar-benar merasakan keberhasilan nya dan suatu saat akan dengan sendirinya bisa mendapatkan modal sendiri didalam group sendiri bukan mengemis-ngemis kepada pihak lain yang saat ini mengabaikan anda.
Inilah cara termudah untuk mendapatkan modal usaha dan menciptakan langsung kemampuan bersaing sekaligus meningkatkan berlipat ganda omset penjualan bisnis anda, selamat bergabung.
Untuk pertanyaan lebih rinci dan lebih lengkap anda bisa tuangkan melalui Email : mbccpgroup59@yahoo.com atau sms 081 222 474 110.

Belanja Kue EPPO berhadiah kupon undian ( hadiah HP ).

Beli Kue EPPO senilai Rp 45.000,-atau sebanyak 3 besek ( satu besek isi 8 pcs ) dan kelipatannya diberikan gratis satu lembar kupon door prize undian berhadiah, berlaku mulai tanggal 01 Agustus 2015 s/d 30 Januari 2016, kupon undian akan dikirimkan bersamaan dengan pengiriman produknya.
Kupon undian yang anda terima harus segera diisi No HP, Nama Anda, dan Alamat Lengkap, setelah diisi segera dikirim balik lewat pos ke alamat yang tertera pada pengirim paket, paling lambat harus diterima sesuai cap pos pada tanggal 14 Februari tahun 2016.
Undian door prize akan dilakukan pada tanggal 15 Februari tahun 2016, pemenang akan diumumkan pada tanggal 16 Februari tahun 2016 di blog ini.
Hadiah yang sudah ditetapkan pemenangnya akan dikirim langsung ke alamat pemenang melalui POS, sehari setelah pengundian.
Bentuk Hadiah Door Prize  berupa HP Cross kurang lebih bernilai Rp 500.000,- per Pcs, jumlah hadiah sebanyak 9 buah.
Untuk berbelanja Kue EPPO secara online anda bisa klick Toko :  Kue Epo Camilan Bandung atau SMS ke 081222474110, atau Email : mbccpgroup59@yahoo.com
Selamat berbelanja Kue EPPO secara Online

Kamis, 30 Juli 2015

Apa tugas-tugas Manager Madya

Apa bedanya Area Manager, Sales Manager, Area Sales & Promotion Manager, Regional Manager dan Branch Manager ?

Posisi diatas sering dipakai di beberapa perusahaan kosumer goods untuk karyawan pemegang wilayah setingkat provinsi bahkan banyak istilah lain untuk menamai jabatan tersebut sesuai selera dan pemahaman para bosnya diatas.

Pada prakteknya proses kerja nya sama sebagai pemegang otoritas operasional di wilayah tertentu tapi beberapa sisi sebenarnya berbeda, misalnya perusahaan pabrikan atau prinsipal sering memakai istilah Area Sales Manager atau Area Manager atau Area Sales and Promotion Manager atau Regional Manager,  hal ini lebih ditekankan untuk mengontrol distributor dan seluruh jajaran channel distribusi lainnya, sedangkan istilah Sales Manager atau Branch Manager sering dipakai oleh perusahaan distributor untuk level yang sama setingkat Manager madya dengan tugas dasar sebagai pengendali operasional di wilayah tertentu dan didalamnya melekat tugas fungsional sebagaimana terkandung didalam istilahnya sendiri, misalnya Area Manager tentu akan bertugas mendorong penjualan di areanya sampai dapat dipastikan targetnya tercapai sekaligus mengontrol program-program promosi di daerahnya, begitu juga Sales Manager akan mendorong penjualan di daerah wilayah distribusinya sesuai target yang di tetapkan oleh TOP Management.

Tetapi perkembangan perusahaan baik pabrikan maupun distribusi, keagenan dan type perdagangan lainnya seperti modern market dan sejenisnya maka istilah-istilah untuk jabatan setingkat itu menjadi sangat banyak dan dengan demikian ukurannya juga akan sangat variative baik dari standar gaji, Inventaris, tugas dan tanggung jawabnya serta bobot pekerjaan masing-masing juga dipengaruhi oleh besar kecilnya perusahaan atau tingkat profesionalismenya.

Sehingga tidak heran sering terjadi seorang Area Manager di perusahaan besar Gajinya bisa lebih besar dari General Manager pada perusahaan kecil.

Terimakasih dan semoga bermanfaat.

Memulai bisnis dengan ide ciptaan sendiri lebih membanggakan

Untuk memulai bisnis jangan terlalu dibayangkan seolah-olah akan menjalankan sebuah pesawat terbang melesat tinggi dengan sangat cepat dengan resiko yang sangat menakutkan seolah-olah pesawat itu pasti jatuh, ambruk dan penumpangnya mati semua.

Memulai bisnis anggap saja seperti orang belajar renang pilih kolam yang airnya hanya setinggi dada jadi kalaupun gagal berenang mengapung lalu jatuh atau tenggelam dan ternyata masih bisa berdiri, selamat.

Tidak jauh berbeda dengan jalan-jalan berwisata ke pantai dihitung di awal akan cukup dengan biaya Rp 1.000.000,- tetapi sesampainya di pantai tenyata banyak hal yang aneh, banyak hal yang indah, banyak hal yang menarik untuk di beli sampai akhirnya uang bekal ludes semua Rp 5.000.000,- padahal jika uang itu dipakai modal bisnis sudah sangat cukup utuk memulai bisnis kecil.

Berenangah terus-menerus dan pastikan hanya dalam beberapa hari saja pasti sudah bisa mengapung diatas air dan bisa meluncur walaupun masih diatas ketinggian air satu meter, secara bertahap suatu saat akan bisa berenang di laut.

Begitulah, sebenarnya memulai bisnis itu sangat mudah dan seterusnya secara bertahap dijalani sekaligus berlatih untuk memahami segala kendala dan peluang untuk bisa antisipasi segala resiko dan mengembangkan segala keunggulan yang ada pada kita, biasanya keunggulan itu timbul dari ide-ide kita sendiri yang tentu akan berbeda dari idenya orang lain.

"Perbedaan" inilah yang sering kali menjadi daya tarik bagi calon konsumen anda, kembangkanlah perbedaan ini seluas mungkin dan usahakan bisa diekspos secara gencar sehingga akan mudah melekat pada benak para calon pelanggan bahkan kepada orang yang sudah berlanggananpun menjadi sangat meyakini bahwa produk anda yang dipakainya adalah berbeda dari yang lainnya.

Contoh :
Produk sampoo A dengan produk sampoo B, sama-sama untuk keramas membersihkan rambut dan kedua-duanya benar bisa membersihkan rambut secara baik tapi pada iklannya masing-masing si A mengekspose "menyuburkan rambut" dan si B mengekspos "melembutkan" rambut, maka si pembeli akan tetap meyakini bahwa si A adalah terasa "menyuburkan" dan konsumen lainnya yang memilih Si B akan meyakini bahwa yang bagus adalah si B dan "melembutkan."

Dengan demikian ide sendiri menjadi sebuah keunggulan yang sangat layak untuk di ekspos walaupun hanya sedikit berbeda dari yang lain dan ide itu akan menjadi kekayaan hak cipta intelektual yang suatu saat anda bisa menjualnya dengan sangat mahal jika diperlukan karena itu penulis dalam hal ini lebih mengajak untuk mencurahkan segala ide anda sekecil apapun tuangkanlah dalam bentuk tulisan, analisa dan susunlah dengan lengkap mulai dari persiapan, bahan baku, bahan penunjang, langkah-langkah proses, finishing, termasuk segala biaya sekecil apapun sampai barang yang anda idekan itu terwujud baik berbentuk barang fisik, berbentuk system ataupun berbentuk jasa, kemaslah produk anda tersebut sebaik mungkin sampai si calon pembeli benar-benar tertarik dan berminat membelinya.

Jika anda masih ragu untuk mewujudkan ide anda itu, silahkan hubungi kami di HP 081 222 474 110 atau email : mbccpgroup59@yahoo.com